Senin, 27 April 2009

kiriman puisi dari kak Asep

Di saat ibumu tidur terlelap
Coba kamu pandangi dia dalam-dalam
Dan bayangkan matanya tak kan terbuka untuk selamanya
Tangannya takkan mampu menghapus air mata kita
Dan tak ada lagi nasehatnya yang selama ini sering kita abaikan
Dan bahkan sering kita bantah
Bayangkan ibumu sudah tiada
Dan apakah kamu sudah mampu membahagiakannya?
Yang sekian kalinya dia selalu membahagiakanmu
Memenuhi kehendakmu..
Apakah kamu pernah berpikir?
Berapa tetes darah yang mengalir dalam tubuhmu
Berapa juta air mata yang menetes di pipinya karnamu
Harus menunggu matikah untuk dapat kau bahagiakan dia..?

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

my slide show