Minggu, 24 Mei 2009

chart music

20 Lagu Teratas


1. Agnes Monica
" Teruskanlah"









2. Afgan Syah Reza
" Bukan Cinta Biasa"









3. Olga Saputra
" Hantu ( Hancur Hatiku) "








4. The Changcuters
" Main Serong"







5. Bunga Citra Lestari
" Hanya Untukmu"









6. Ello
" Andai Selamanya"









7. Mulan Jameela
" Lagu Sedih"










8. Naff
" Bila Engkau Jadi Milikku"









9. Gigi
" Ya Ya Ya"







10. Gita Gutawa
" Aku Cinta Dia"










11. Oki Lukman
" Jangan Hanya Bicara"










12. Dewi Sandra
"Kapan Lagi Bilang I Love You"








13. Peter Pan
"Tak Ada Yang Abadi"








14. Vidi Aldiano
"Status Palsu"










15. Vierra
"Dengarkan Curhatku"









16. Ungu
"Hampa Hatiku"









17. Rossa
" Tega"









18. Maia
" Serpihan Hati"









19. Kuburan Band
"Lupa-Lupa Ingat"






20. Sheila On 7
"Mudah Saja"










New Entry


Melly feat Amee
"Ketika Cinta Bertasbih"








Shanty feat Donne
"Untuk Siapa"








Kangen Band
"Terbang Bersamaku"

Selasa, 19 Mei 2009

peringatan 101 tahun kebangkitan nasional

Kebangkitan nasional

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain: Sutomo, Gunawan, dr. Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Douwes Dekker, dll.

Selanjutnya pada 1912 berdirilah partai politik pertama Indische Partij. Pada tahun ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (Yogyakarta) dan Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera di Magelang.

Suwardi Suryoningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis Als ik eens Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda), 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah jajahan Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryoningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi “karena boleh memilih”, keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Indonesia.

Saat ini, tanggal berdirinya Boedi Oetomo, 20 Mei, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Tokoh-tokoh kebangkitan nasional






Dr. Boedi Oetomo







Dr. Wahidin Sudiro Husodo






Ki Hajar Dewantara






Douwes Dekker






Dr. Cipto Mangun Kusumo

Sabtu, 02 Mei 2009

Ki Hajar Dewantara


Lahir dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, Ki Hajar Dewantara terlahir dalam keluarga kraton Yogyakarta. Sebagai golongan ningrat, Ki Hajar Dewantara memperoleh hak untuk mengenyam pendidikan yang layak dari kolonial Belanda. Setelah menamatkan ELS (Sekolah Dasar Belanda), beliau meneruskan pelajarannya ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), sayang sekali lantaran menderita sakit, ia tidak bisa meneruskan pendidikannya di STOVIA.

Berjuang Lewat Tulisan
Tak berhasil menyelesaikan pendidikannya di STOVIA, tak membuat Ki Hajar Dewantara vakum, beliaupun mulai menulis untuk beberapa surat kabar sebagai wartawan muda. Selain itu beliau juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan politik. Sebagai seorang wartawan tulisan-tulisan beliau dikenal sangat patriotik dan mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya. Tulisan Ki Hajar Dewantara yang terkenal anatarlain "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: Als ik eens Nederlander was), dimuat dalam surat kabar de Expres milik Dr. Douwes Dekker, tahun 1913. Artikel ini ditulis sebagai protes atas rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Hindia Belanda (Indonesia), yang saat itu masih belum merdeka, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis.


Masa Pengasingan

Sindiran Ki Hajar Dewantara melalui tulisan-tulisannya di beberapa surat kabar menyulut kemarahan Belanda, puncaknya Gubernur Jendral Idenburg memerintahkan agar Ki Hajar Dewantara di asingkan ke Pulau Bangka tanpa proses peradilan terlebih dahulu. Atas permintaan kedua rekannya yang juga mengalami hukuman pengasingan yaitu dr. Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, pengasingan mereka dilaihkan ke negeri Belanda. Masa pembuangan di negeri Belanda tersebut tidak disia-siakan oleh KI Hajar Dewantara untuk mendalami bidang pendidikan dan pengajaran, hingga akhirnya memperoleh sertifikat Europeesche Akte.

Perguruan Nasional Taman Siswa
Sekembalinya ke tanah air pada tahun 1918, Ki Hajar Dewantara mencurahkan perhatiannya di bidang pendidikan sebagai salah satu bentuk perjuangan meraih kemerdekaan. Bersama rekan-rekan seperjuangannya lainnya, Ki Hajar mendirikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau lebih dikenal dengan Perguruan Nasional Tamansiswa pada 3 Juli 1922. Taman Siswa merupakan sebuah perguruan yang bercorak nasional yang menekankan rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta semangat berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Perjuangan Ki Hajar Dewantara tak hanya melalui Taman siswa, sebagai penulis, Ki Hajar Dewantara tetap produktif menulis untuk berbagai surat kabar. Hanya saja kali ini tulisannya tidak bernuansa politik, namun beralih ke bidang pendidikan dan kebudayaan. Tulisan KI Hajar Dewantara berisi konsep-konsep pendidikan dan kebudayaan yang berwawasan kebangsaan. Melalui konsep-konsep itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

Semboyan Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Dalam perjuangannya terhadap pendidikan bangsanya, Ki Hajar Dewantara mempunyai Semboyan yaitu tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik). Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan kita, terutama di sekolah-sekolah Taman Siswa.


Pahlawan Pendidikan Indonesia

Di Usia nya yang genap 40 tahun, Ki Hajar Dewantara mencabut gelar kebangsawanannya dan mengganti nama aslinya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat menjadi Ki Hadjar Dewantara. Hal ini dimaksudkan agar beliau dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hati. Pada masa pendudukan Jepang, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai salah satu pimpinan pada organisasi Putera bersama-sama dengan Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur. Dimasa kemerdekaan Ki Hajar Dewantara dingkat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Perjuangan Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan Indonesia membuat beliau layak di anugerahi gelar pahlawan pendidikan Indonesia. Tak berlebihan pula jika tanggal lahir beliau, 2 Mei diperingati sebagai hari pendidikan Nasional untuk mengenang dan sebagai penyemangat bagi kita untuk meneruskan prakarsa dan pemikiran-pemikiran beliau terhadap pendidikan Indonesia.

(Dari Berbagai Sumber)

selamat hari pendidikan nasional

















SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Majulah pendidikan indonesia

kUmERiNdukAnmu

Bukalah mulutmu
Utarakan tentang semua isi hati mu padaku
Ucapkan semua tutur kata yang kau simpan
Jujurlah.. ucapkan saja semua keluh kesahmu
Katakanlah semua salah ku padamu
Agar mataku terbuka
Agar aku sadar
Sehingga aku dapat memperbaiki semuanya
Jangan kau diam saja
Membuat aku bertanya-tanya dalam kebimbangan
Ucapkan salah bila aku memang salah
Ucapkan benar bila aku memang benar
Janganlah kau hanya berdiam diri
Membuat aku semakin tak mengerti

Katakanlah saja apa salahku
Dan jangan kau campakan aku
Tak kau hiraukan semua usahaku
Tak pahami setiap keluhanku
Tak sadari rindu yang mendera hatiku
Dan tak melihat air mata yang mengalir di pipiku

Jujur...
Aku tak ingin kehilanganmu
Ku ingin bersamamu untuk selamanya
Tapi kenapa kau begini
Membiarkan aku melamuni bayang semumu
Menagis semalaman menunggu kabarmu
Membuatku resah dan bertanya-tanya dimana letak cacat yang ku buat di hatimu

Kumohon katakan saja semuanya
Karena ku juga selalu jujur padamu
Bahwa aku merindukanmu
selalu...

my slide show